” Kalau dapat telepon yang nomor berwarna merah atau kode 0866 dan 666 jangan di angkat karena bisa menelan jiwa. hari inisudah disiarkan berita, terjadi di Jakarta dan Duri. Dan sudah terbukti. Sekarang di usut pihak kepolisian. Dugaan sementara adalah kasus pembunuhan jarak jauh melalui telepon genggam (HP) oleh dukun ilmu hitam / si penelpon adalah roh gentanyangan yang mencari mangsa. Harap mengerti dan kirimkan pesan ini ke teman, saudara anda. Harap membantu sesama umat Islam “
Akhirnya saya mendapatkan juga SMS yang bikin geger kota ini dalam semingu terakhir. Beberapa rekan saling bertukar SMS, mengingatkan akan bahaya ini. Bahkan ada salah seorang rekan yang sampai nangis ketakutan, ketika mendengar cerita yang bikin bulu kuduk merinding ini.
Walau SMS diatas tidak merujuk jelas siapa pemilik kode 0866 dan 666 ini, sebagian blog berseleweran di dunia maya menunjuk hidung, provider sim card terbaru, AXIS. Provodir ini dianggap sebagai penyedia kartu setan. Pasalnya dipercayai, dalam tradisi kristen, angka 666 adalah angka setan. Bahkan salah seorang blogger, menulis bahwa AXIS jika dibalik menjadi SIX A. Nama terakhir ini disebut-sebut sebagai nama gereja pemuja setan di Bandung. Benarkah ? Walaualam.
Ketika saya selancar di website AXIS, saya kaget nomor kode sim card milik PT Nantrindo Telepon Seluler ini, bukan berangka depan 08666 atau 666. Dalam webnya disebut, AXIS memiliki empat nomor awal yaitu 0831, 0832, 0833 dan 0838. Berikut kutipan tentang AXIS.
” PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang brand AXIS merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.
Logo AXIS mencerminkan aspirasi kami yang melambangkan kemajuan dan perubahan. Tekad kami adalah agar seluruh pelanggan dapat menikmati manfaat penuh dari layanan komunikasi bergerak untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: Saudi Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi; dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama kami bertekad memberikan kontribusi penuh bagi pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia”
So.. hubungannya dengan 08666 dimana?? Tidak tahu juga. Analisa saya, ini adalah sebentuk black campaign (kampanye hitam) untuk menjatuhkan pendatang baru ini. Kartu yang membawa tagline GSM yang baik ini, memang baru berencana merambah tanah air. Apalagi saat ini, persaingan antar provider sim card sudah berdarah-darah. Saling memakan. Ujung-ujungnya masyarakat dikibuli dengan iklan yang serba tidak jelas.
Atau jangan-jangan ini hanya akal-akalan marketingnya AXIS untuk memperkenalkan produknya ke konsumen. Namun, kalau itu yang mereka pilih, saya fikir mereka mengambil jalan yang salah. Belum apa-apa sudah membentuk image negatif di masyarakat. Akan susah memperbaiki image yang sudah terbentuk.
Apapun alasannya, SMS “Setan” ini cukup berhasil menyita perhatian publik. Orang-orang membicarakannya, media massa pun meliputnya. Sekali lagi terbukti, teknologi ampuh menciptkana badai ketakutan. Seperti kata kaum Posmo,
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »

Di Jawa, kopi mula2 ditanam di sekitaran Jayakarta, meluas ke Jawa Barat, dan kemudian lebih diperluas ke Jawa Timur, serta kemudian ke luar Jawa. Varietasnya arabika. Sebuah pameran yang digelar di AS (dengan dana yang cukup besar, ditanggung industri kopi Jawa) membuat publik Amerika mulai mengenal kopi dan menjuluki minuman ini sebagai Java. Nusantara, khususnya Jawa, menjadi pengekspor kopi terbesar dan terbaik di dunia. Malangnya, terjadi wabah di tahun 1880an, yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1km dpl, dari Shri Lanka hingga Timor. Brasil dan Colombia mengambil alih peran sebagai eksportir kopi arabika terbesar, sampai kini. Sementara itu, varietas kopi di sebagian besar Jawa diganti dengan liberika. Tapi tak lama, wabah yang serupa memusnahkan varietas ini juga, sehingga akhirnya 90% kopi di Jawa diganti dengan varietas robusta, kecuali di tempat yang betul2 tinggi.